TANYA-JAWAB HUKUM GRATIS :

UNTUK MENGAJUKAN PERTANYAAN, TULIS PERTANYAAN DI KOLOM KOMENTAR :

6 komentar:

  1. Saya Romy.
    Ibu saya menikah lagi dengan pria berusia 70 tahun, pria tersebut tidak punya adik/kakak kandung dan tidak punya keluarga lainnya yang ada hubungan darah, tetapi pria tersebut mempunyai 2 anak angkat. Bagaimana hukum warisnya jika ayah tiri saya meninggal dunia? Nilai harta ayah tiri saya sekitar 300 juta, bagai mana pembagiannya? Mohon bantuan penjelasannya. Terimakasih.

    BalasHapus
  2. saya dude
    ayah saya menikah lagi dengan seorang janda beranak 1 dan meninggalkan istri dan 3 orang anak,dan tidak menafkahi kami ber 4 selama beberapa tahun sampai akhirnya ibu saya menggugat cerai dan di kabulkan oleh majelis hakim pengadilan agama KALIMANTAN TIMUR SAMARINDA,namun sampai ibu saya meninggal ibu saya tidak pernah meminta pembagian harta dari hasil pernikahan mereka,yaitu sebidang tanah kira-kira 7,8 hektar,sampai akhirnya ayah saya meninggal dunia,sebelum ayah saya meninggal,ayah saya sempat menulis surat hibah yg ditanda tangani notaris dan pejabat kelurahan,yg isinya menyatakan bahwa semua harta yg beliau miliki akan dihibahkan kepada ibu tiri kami(istri ke-2)dan kami hanya mendapat tanah berukuran 10mx40m,sedangkan hasil pernikahan ayah saya dengan istri ke-2 tidak dikaruniai anak,,,,pertanyaan saya apakah sah surat hibah dari ayah saya tersebut,dan adakah undang undang yg dapat membatalkan hibah tersebut....trima kasih

    BalasHapus
  3. kakak laki laki saya meninggal,sementara tidak punya keturunan....adapun harta yg diperoleh oleh kakak saya semuanya didapat sebelum menikah....apakah kakak ipar saya berhak menguasai harta yg ditinggalkan almarhum kakak saya?

    BalasHapus
  4. inisial;
    A -bibi saya [kakak dari bapak saya]
    B-suami bibi saya
    C-anak pungut bibi saya [wanita]
    D-suami B
    E-bapak saya
    F-kakek saya
    Saya mempunyai A yg sudah Almarhum dan E juga Almarhum.Semasa hidupnya A sama Almarhum B tidak punya anak.kemudian A dititipin seseorang anak ,menjadi C.A mempunyai beberapa bidang tanah yg beratas nama A bin F.Ternyata sekarang ini atas nama A bin F menjadi C dan peralihan di dokumen desa tertulis waris, Dan C sudah meninggal ,sekarang tinggal B sama anak-2nya.

    Pertanyaan saya apakah saya bisa menggugat tanah tersebut ? apalagi tidak ada adopsi/hibah yg tertulis atas nama masih petok [belum sertifikat]

    Dan apakah yg sudah di sertifikat bisa di gugat juga?
    apakah saya sendiri bisa menggugat tanpa pengacara? kalau bisa ?tolong kasih petunjuk.soalnya tadi ada tawaran dari seorang pengacara yg katanya masalah ini 100% gol. tapi permintaan fee untuk pengacara terlalu besar di atas bagian dari saya.

    BalasHapus

BERITA HEBOH

Loading...

BERITA TERKINI:

Loading...

BERITA HOT

Loading...